Sabtu, 13 Juli 2019

Khutbah Jumat: Tidak Ada Kebahagiaan di Dunia Kecuali Dengan Berpegang Kepada Al-Qur’an dan Sunnah

Khutbah Jumat: Tidak Ada Kebahagiaan di Dunia Kecuali Dengan Berpegang Kepada Al-Qur’an dan Sunnah


KHUTBAH PERTAMA – KHUTBAH JUMAT: TIDAK ADA KEBAHAGIAAN DI DUNIA KECUALI DENGAN BERPEGANG KEPADA AL-QUR’AN DAN SUNNAH

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
قال الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ، فإِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ
Ummatal Islam,
Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan Islam sebagai kemuliaan bagi pemeluknya, mengutus Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk memberikan kebahagiaan kepada mereka dunia dan akhiratnya. Allah juga menurunkan Al-Qur’an demikian pula wahyu berupa hadits sebagai bimbingan dalam kehidupan. Karena Allah telah memberikan manusia akal untuk berpikir, maka Allah menurunkan Al-Qur’an supaya mereka mentadabburinya. Allah berfirman:
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا ﴿٢٤﴾
Tidakkah mereka mentadaburi Al-Qur’an ataukah di hati mereka ada kunci-kuncinya?” (QS. Muhammad[24]: 24)
Ummatal Islam,
Siapapun yang mempelajari Al-Qur’an, siapapun yang mempelajari hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, pasti Allah akan memuliakan ia di dunia dan akhirat. Tapi siapa yang berpaling dari Al-Qur’an dan hadits, ia pasti akan Allah hinakan di dunia dan akhirat. Maka tiada lain kewajiban setiap hamba adalah untuk senantiasa berpegang kepada dua perkara ini. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ، لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ
“Aku tinggalkan sesuatu bersama kalian, jika kamu berpegang teguh padanya, kalian tidak akan tersesat selama-lamanya yaitu Kitabullah dan Sunnahku.” (HR. Imam Malik)
Maka saudaraku, tidak ada kebahagiaan didunia ini kecuali dengan berpegang kepada dua perkara Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam sesuai dengan apa yang dipahami oleh para Sahabat Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dan itulah jalan keselamatan. Siapapun yang ingin selamat tapi mencari jalan selain jalan Al-Qur’an dan hadits, maka ia pasti tersesat.
Sebaliknya, siapa yang ingin mencari kebahagiaan tapi ia mencari selain Al-Qur’an dan hadits sebagai sumber kebahagiaan, ia tak akan pernah berbahagia selama-lamanya.
Ummatal Islam,
Untuk berpegang kepada Al-Qur’an dan hadits tidaklah mudah. Karena membutuhkan kepada kekuatan iman dan ketaqwaan, membutuhkan keyakinan yang kuat kepada Allah Jalla Jalaluhu. Berapa banyak orang yang membaca Al-Qur’an, membaca hadits, namun karena keyakinan ia yang kurang kepada Allah, disamping itu terdapat di hatinya penyakit-penyakit, sehingga akhirnya Al-Qur’an dan hadits tidak lagi menjadi obat buat dia. Akan tetapi menjadi sesuatu yang menyeretnya ia ke dalam api neraka.
Oleh karena itulah Allah Ta’ala mengkisahkan tentang orang-orang munafik yang mereka menyembunyikan kekafiran dan memperlihatkan keimanan. Allah berfirman:
وَإِذَا مَا أُنزِلَتْ سُورَةٌ فَمِنْهُم مَّن يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَـٰذِهِ إِيمَانًا
Apabila diturunkan surat dari Al-Qur’an di antara orang-orang munafik itu ada yang berkata, ‘Siapa yang bertambah keimanannya dengan diturunkan surat tersebut?’” (QS. At-Taubah[9]: 124)
Maka Allah menjawab:
فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ ﴿١٢٤﴾
Adapun orang yang beriman kepada Allah, yang yakin dan membenarkan Rasulullah dengan diturunkan surat Al-Qur’an, bertambahlah keimanan mereka dan hati mereka bergembira ketika diturunkan Al-Qur’an.” (QS. At-Taubah[9]: 124)
Lalu di ayat selanjutnya:
وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَ ﴿١٢٥﴾
Orang-orang yang ada di hatinya penyakit kemunafikan, maka dengan Allah turunkan surat Al-Qur’an tersebut bertambahlah penyakit yang ada di hatinya di samping penyakit yang ada.” (QS. At-Taubah[9]: 125)
Maka celaka, saudaraku..
Seorang yang ternyata hatinya bertambah penyakitnya dengan Al-Qur’an. Hal ini karena kurangnya keyakinan kepada Allah, kurangnya keyakinan ia kepada hari akhirat dan kurangnya keyakinan akan kebenaran Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Maka siapapun yang ingin mengikuti Al-Qur’an dan hadits, hendaklah yang ia lakukan pertama adalah ia bersihkan hatinya dari berbagai macam noda dan kotoran maksiat. Karena noda dan kotoran maksiat menyebabkan ia lemah untuk mengikuti Al-Qur’an dan hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Penyakit-penyakit cinta dunia, penyakit kesombongan, penyakit kedengkian, ini semua menyebabkan ia tidak bisa menerima hidayah dari Al-Qur’an dan hadits Nabi Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Lihatlah Firaun yang sombong! Penyakit kesombongannya itu menghalangi ia beriman kepada Nabi Musa. Padahal Firaun yakin bahwa Nabi Musa benar. Allah berfirman:
وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا
Mereka (Firaun dan kaumnya) mengingkari Risalah Nabi Musa padahal hati mereka yakin akan kebenarannya akibat daripada kesombongan mereka dan keangkuhan mereka.” (QS. An-Naml[27]: 14)
Penyakit hati ini apabila kita biarkan ia berada di hati akan menyebabkan Al-Qur’an tak lagi bermanfaat untuk hati kita. Lihatlah si Bal’am yang seringkali kita bacakan ayatnya. Dimana sering kali kita bacakan ayatnya. Allah telah ajarkan Taurat kepadanya, tapi ia memiliki dua penyakit hati yang mengerikan -yaitu cinta syahwat dan mengikuti hawa nafsu-. Akhirnya ayat-ayat yang Allah ajarkan kepadanya tak lagi bermanfaat bahkan menjadi bumerang dalam kehidupannya.
Maka siapapun yang ingin menjadi pengikut Al-Qur’an dan hadits, buanglah jauh-jauh cinta dunia yang berlebihan. Jangan sampai hati kita terpenuhi oleh hawa nafsu dan syahwat. Karena dua perkara ini menjadikan seseorang terseok-seok dalam mengikuti Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Allah berfirman:
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّـهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّـهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّـهَ كَثِيرًا ﴿٢١﴾
Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagi orang yang mengharapkan Allah dan kehidupan akhirat.” (QS. Al-Ahzab[33]: 21)
Sementara orang yang mengharapkan dunia jangan Anda sangka ia bisa mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Karena orang yang menginginkan dunia seringkali perintah Allah dan RasulNya tidak sesuai dengan kepentingan dunia.
Maka yaa Ummatal Islam,
Kita semua sudah tahu bahwa agama kita dasarnya Al-Qur’an dan hadits. Tapi secara kenyataannya banyak orang yang tidak mau mengikuti Al-Qur’an dan hadits. Hal ini karena ternyata hati mereka dikuasai oleh hawa nafsu. Mereka lebih senang berbicara agama dengan pendapat dan ra’yu, lebih senang berbicara tentang agama dengan keinginan semata dan syahwat. Sehingga akhirnya menyebabkan orang-orang seperti ini tersesat dari jalan yang benar. Bahkan mereka menafsirkan Al-Qur’an, menafsirkan hadits sesuai dengan keinginan mereka. Dan menganggap orang-orang yang mengikuti Al-Qur’an dan hadits sesuai dengan pemahaman Sahabat katanya kurang pemahaman terhadap Al-Qur’an dan hadits.
أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم

KHUTBAH KEDUA – KHUTBAH JUMAT: TIDAK ADA KEBAHAGIAAN DI DUNIA KECUALI DENGAN BERPEGANG KEPADA AL-QUR’AN DAN SUNNAH

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، نبينا محمد و آله وصحبه ومن والاه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنَّ محمّداً عبده ورسولهُUmmatal Islam,
Oleh karena itulah Allah menyebutkan bahwa Al-Qur’an itu hidayah untuk manusia. Namun tidak semua manusia bisa mengikutinya. Yang mengikutinya hanyalah orang-orang yang bertakwa. Allah berfirman:
الم ﴿١﴾ ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ ﴿٢﴾
Alif laam miim. Itulah Al-Qur’an yang tidak ada padanya keraguan sedikitpun sebagai hidayah untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah[2]: 1-2)
Dalam ayat yang lain Allah menyebutkan, “hidayat untuk manusia”, tapi ternyata tidak semua manusia bisa mengikutinya. Hanya orang-orang yang bertakwa, yang beriman dan yakin kepada Allah dan RasulNya, yang betul-betul hatinya mengharapkan kehidupan akhirat, mereka yang bisa mengikuti Al-Qur’an dan hadits, mereka yang bisa melaksanakan perintah-perintah Al-Qur’an dan menjauhi larangan-laranganNya. Karena perintah-perintah Allah dan RasulNya sering kali tidak sesuai dengan syahwat manusia. Karena syahwat manusia seringkali menginginkan kemaksiatan. Sementara Allah dan RasulNya memanggil kita kepada kebaikan. Namun kebaikan seringkali berat dalam hawa nafsu kita.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
 اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
اللهم تقبل صيامنا وقيامنا و جميعا عباره يا رب العالمين
اللهم اصلح ولاه امور المسلمين في هذا البلد وفي سائر بلاد المسلمين يا رب العالمين اللهم انصر المسلمين في كل مكان يا رب العالمين اللهم واتوب علينا انك انت التواب الرحيم
عباد الله:
إِنَّ اللَّـهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
فَاذْكُرُوا الله العَظِيْمَ يَذْكُرْكُم، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُم، ولذِكرُ الله أكبَر.
Previous Post
Next Post

post written by:

0 Post a Comment: