Selasa, 22 Juni 2021

7 Makanan Ini Dapat Mengancam Kelestarian Lingkungan

 Tahukah kamu bahwa makanan yang setiap harinya kita konsumsi memiliki dampak tertentu terhadap lingkungan? Pertanian dan peternakan untuk menghasilkan makanan manusia menyumbang emisi gas rumah kaca yang cukup besar. Selain itu, pestisida serta pupuk yang digunakan untuk menanam sumber makanan berkontribusi terhadap polusi dan kerusakan ekosistem. 

Dari semuanya, ada beberapa bahan makanan yang memiliki dampak buruk terhadap lingkungan. Mari simak daftarnya berikut ini!

1. Gula



Bagi kamu yang suka mengonsumsi makanan manis, sebaiknya kurangi kegemaran tersebut. Kecanduan gula tak hanya berisiko terhadap kesehatan, tetapi juga memiliki dampak buruk terhadap lingkungan. Menurut studi WWF, tebu merupakan salah satu tanaman berbahaya bagi Bumi.

Perkebunan tebu yang terlalu banyak dapat merusak dan menghancurkan sebagian besar keanekaragaman hayati dunia. Sebab tanaman tersebut memerlukan air dan pestisida yang intensif.

Selain itu, budi daya tebu dapat mengancam kesuburan tanah dan menyebabkan erosi. Seperti halnya yang terjadi di Papua Nugini. Area tersebut harus kehilangan 40 persen kandungan organik tanah akibat budi daya tebu. Konsumsi gula memang tidak bisa dihilangkan tetapi dapat dikurangi. Selain melindungi alam, upaya ini juga bisa mencegah penyakit diabetes dan obesitas. 

 Baca juga: 7 Rekomendasi Film Islam Terpopuler


2. Cokelat


10 Makanan Ini Dapat Mengancam Kelestarian Lingkunganilustrasi coklat (pexels.com/Pixabay)

Sama halnya dengan gula, cokelat yang berasal dari tanaman kakao juga memiliki dampak buruk bagi lingkungan. Pohon kakao hanya dapat tumbuh di hutan hujan tropis sekitar daerah garis khatulistiwa. Tanaman tersebut juga membutuhkan banyak air dalam proses budi dayanya.

Dengan meningkatnya permintaan cokelat, penanaman kakao akan diperbanyak hingga mengancam keberadaan hutan dan keanekaragaman hayati. Apalagi cokelat hasil olahan pabrik biasanya memerlukan bahan pelengkap dan menghasilkan limbah dari proses produksi.

Jadi, harus bagaimana? Kamu masih bisa tetap mengonsumsi makanan itu dengan cara memilih cokelat buatan lokal atau dari industri yang menggunakan kakao bersertifikat, seperti Mars, Blommer, dan Hershey.

 Baca juga: Ini 5 Anime Ternama Dengan Adegan Islami, Ada Adegan Salat Di Ceritanya!


3. Kopi


10 Makanan Ini Dapat Mengancam Kelestarian Lingkunganilustrasi kopi (pexels.com/Lukas)

Selain kakao, kopi juga rupanya memiliki konsekuensi buruk terhadap lingkungan. Tanaman itu memerlukan cahaya sinar matahari penuh dan penggunaan pestisida yang intensif. Hal ini akan memicu aktivitas penggundulan hutan untuk perkebunan kopi.

Studi pada tahun 2014 menunjukkan bahwa produksi kopi berada pada kondisi terburuk dalam hal dampak lingkungan. Untuk dapat tetap mengonsumsinya tanpa membahayakan lingkungan, kamu dapat membeli biji kopi yang berasal dari perkebunan yang sudah bersertifikasi ramah lingkungan.

 Baca juga: 7 Rekomendasi Film Islam Terpopuler


4. Daging


10 Makanan Ini Dapat Mengancam Kelestarian Lingkunganilustrasi daging (pexels.com/Los Muertos Crew)

Daging sangat berbahaya bagi lingkungan. Produksi makanan tersebut berkontribusi terhadap deforestasi hutan. Terlebih lagi, kotoran yang dihasilkan oleh hewan ternak menyumbang gas rumah kaca atau metana dalam jumlah besar. Dari semua jenis daging, sapi dan domba adalah yang paling berbahaya bagi lingkungan.

Untuk mengonsumsinya tanpa membahayakan lingkungan, belilah daging yang berasal dari peternakan kecil, di mana hewan dibesarkan di udara terbuka dan diberi makan di padang rumput. Kamu juga bisa mulai mengurangi konsumsi daging dan perbanyak konsumsi sayuran sebagai gantinya.

 Baca juga: Ini 5 Anime Ternama Dengan Adegan Islami, Ada Adegan Salat Di Ceritanya!


5. Minyak kelapa sawit

10 Makanan Ini Dapat Mengancam Kelestarian Lingkunganilustrasi minyak goreng kelapa sawit (pexels.com/RODNAE Production)

Minyak kelapa sawit banyak digunakan dalam berbagai industri. Oleh sebab itulah, permintaannya menjadi sangat tinggi. Padahal produksi kelapa sawit berdampak buruk bagi lingkungan.

Perkebunan tersebut diketahui telah menyebabkan deforestasi skala besar, terancamnya populasi satwa hutan, erosi, pencemaran tanah, air, dan udara, dan emisi gas rumah kaca. Kita bisa menguranginya dengan beralih ke minyak biji matahari atau minyak jagung untuk memasak.

6. Kacang kedelai

10 Makanan Ini Dapat Mengancam Kelestarian Lingkunganilustrasi kacang kedelai (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Ratusan juta ton kedelai diproduksi setiap tahunnya. Sebagian besar dimanfaatkan untuk menjadi minyak kedelai. Sisanya dijadikan sebagai pakan ternak, bahan baku produksi tahu, dan produk olahan lainnya. Tingginya akan permintaan kacang tersebut menjadikan hutan dialihkan sebagai lahan budi daya.

Selain itu, proses pembuatan minyak kedelai menggunakan pelarut kimia berupa heksana, yang dapat menghasilkan gas rumah kaca dan berbagai bentuk polusi. Selain itu, pemanfaatan kedelai sebagai bahan pakan ternak juga berkontribusi terhadap peningkatan emisi gas metana.

 Baca juga: Ini 5 Anime Ternama Dengan Adegan Islami, Ada Adegan Salat Di Ceritanya!


7. Air mineral kemasan

10 Makanan Ini Dapat Mengancam Kelestarian Lingkunganilustrasi air mineral (pexels.com/Suzy Hazelwood)

Air mineral memiliki citra sebagai minuman yang sehat dan alami. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ia mengandung lebih banyak residu beracun daripada air keran di negara maju.

Selain itu, mengonsumsi air mineral kemasan juga dapat meningkatkan sampah plastik. Pakar industri memperkirakan bahwa 80 persen botol plastik yang dijual di seluruh dunia tidak didaur ulang. Hal ini tentunya dapat mencemari lingkungan. 

Fakta yang masih banyak orang tidak ketahui adalah plastik tak hanya berbahaya sebagai sampah, proses produksinya juga tidak ramah lingkungan. Bayangkan saja, untuk membuat botol berukuran 1 liter memerlukan sekitar 3 liter air dan 311 gram minyak. Sementara itu, setiap tahunnya, ada miliaran botol plastik yang diproduksi di dunia. Berarti sudah berapa banyak air dan minyak yang telah dipakai?

 7 Rekomendasi Film Islam Terpopuler

 Di beberapa belahan duania, Islam memang menjadi agama minoritas. Namun, sejumlah film bernuansa Islami tetap mampu meraih sukses dalam menghiasi layar lebar Indonesia hingga dunia seperti Hollywood dan Bollywood.

Melalui film, Islam di negara barat yang identik dekat dengan teroris ditampilkan secara humanis. Tak jarang pula, film-film tersebut menampilkan tokoh-tokoh beragama muslim yang fenomenal.

Berbagai tema pun diangkat menjadi film bernuansa Islam yang sangat menarik dan mengajarkan banyak hal baik, tidak seperti yang selama ini dicitrakan.

Dilansir dari laman IDN Times, berikut Binaayatulilmi.com telah merangkum 7 rekomendasi film bernuansa Islam yang dapat menjadi referensi menonton bersama keluarga jelang Ramadan.

1. My Name Is Khan



Tak hanya dari Hollywood, Bollywood pun mengangkat kisah Islam lewat film My Name Is Khan yang diperankan oleh Shah Rukh Khan dan Kajol. Film ini mengulik kehidupan antara dunia barat dan Islam.

Selain itu juga memotret bagaimana pandangan dunia terhadap Islam. My Name Is Khan merupakan film Bollywood termahal pada tahun 2010. Namun film ini juga menjadi film pendapatan tertinggi di luar negeri.

Nilai moral akan kesabaran dan ketekunan dapat menjadi teladan bagi anak mama yang juga ikut menontonnya. Benar-benar menguras air mata!

2. Surga Yang tak Dirindukan

2. Surga tak Dirindukan
wikipedia.org

Film selanjutnya datang dari negeri sendiri yakni, Surga Yang tak Dirindukan. Film yang telah dirilis pada tahun 2015 lalu mengisahkan tentang sebuah rumah tangga ideal antara Pras dan Ariani.

Bersama anak perempuannya yang bernama Nadia, keluarga ini menjadi keluarga yang bahagia. Ditambah lagi Pras adalah laki-laki yang baik hati dan juga setia. Sedangkan Ariani adalah sosok istri yang baik serta mencintai keluarganya.

Mereka hidup damain dan tentram hingga suatu saat Pras menyelamatkan seorang perempuan yang bernama Meirose yang mengalami koma akibat kecelakaan.


    3. American East

    3. American East
    imdb.com

    American East merupakan film Hollywood yang bernuansa Islam. Menceritakan sebuah keluarga muslim yang berencana membuka usaha kuliner khas Timur Tengah di Los Angles, Amerika.

    Film ini menyoroti bagaimana tekanan yang dihadapi oleh orang Arab di Amerika melalui sudat pandang tiga karakter.

    Dirilis pada tahun 2008, American East disutradari oleh Hesham Issawi dan dibintangi oleh Sayed Badreya, Tony Shalhoub, Sarah Shahi, dan aktor terkenal lainnya. 

    4. Malcolm X

    4. Malcolm X
    biography.com

    Film drama biografi garapan Spike Lee ini mengisahkan tentang Malcolm X. Ia adalah sosok aktivis Amerika yang diperankan oleh Denzel Washington.

    Film ini menyorot beberapa peristiwa penting Malcolm X, mulai dari kasus kriminal, penahanan, dan tobatnya yang berujung masuk Islam.

    Film ini juga dianggap sebagai film paling kontroversial karena menimbulkan beberapa pertanyaan tentang ras dan agama. Sehingga film yang rilis pada 18 November 1992 ini sempat menghebohkan dunia.

    5. The Message

    5. The Message
    thenational.ae

    The Message merupakan film yang rilis pada 9 Maret 1977. Meskipun dirilis pada empat dekade yang lalu, namun The Message masih dianggap menjadi salah satu film berlatar Islam terbaik.

    Film garapan Moustapha Akkad ini menceritakan sosok Nabi Muhammad dari sudut pandang orang-orang terdekatnya. Dalam film ini penggambaran Nabi tidak dimunculkan, akan tetapi dimunculkan dalam bentuk cahaya dan musik pengiring.

    Film ini juga menampilkan perang Badar dan perang Uhud. Film ini dibintangi oleh Anthony Quinn, Irene Papas, Johnny Sekka dan Garrick Hagon.

    6. Hijab

    6. Hijab
    wikipedia.org

    Film selanjutnya adalah film islami berjudul Hijab yang telah dirilis tahun 2015 yang lalu.

    Film yang satu ini diperankan oleh beberapa artis ternama Indonesia seperti Carissa Putri, Natasha Rizki, Zaskia Adya Mecca dan Tika Bravani yang tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmat film Indonesia, khususnya film dengan genre religi.

    Film ini sendiri mengisahkan tentang 4 orang sahabat yang membangun sebuah bisnis di dunia fashion hingga bisnis mereka melejit. Namun, di saat bisnis mereka meroket, tiba-tiba ada suatu hal yang membuat mereka terpecah belah. Kira-kira apakah penyebanya?

    7. Ali

    7. Ali
    sky.com

    Ali adalah film hollywood yang memotret citra Islam dalam pandangan positif. Ali adalah sebuah film biografi yang mengisahkan masa hidup petinju legendaris Muhammad Ali.

    Ali memang menjadi salah satu muslim legendaris di dunia. Sejarah hidupnya seperti saat Ali memeluk Islam disorot di dalam filmnya. Dalam perannya sebagai Ali, Will Smith untuk pertama kalinya masuk dalam nominasi Oscar sebagai nominasi aktor terbaik di tahun 2002.

    Bahkan, karena perannya yang begitu berkesan, Will Smith dikabarkan tertarik mempelajari Islam. Selain Will Smith, Film Ali juga dibintangi oleh Jamie Foxx, Jon Voight, dan aktor ternama lainnya.

    Demikianlah ketujuh rekomendasi film bernuansa Islam terbaik yang wajib ditonton bersama keluarga. Selamat menikmati, ya!

    Minggu, 21 Februari 2021

    Ini 5 Anime Ternama Dengan Adegan Islami, Ada Adegan Salat Di Ceritanya!


     

    Apakah kamu gemar menyaksikan anime?

    Anime umumnya didominasi dengan nuansa Jepang beserta berbagai budayanya. Tak hanya itu, berbagai karakter pun memiliki gaya yang mencirikan nuansa Jepang.

    Namun, ternyata ada, loh, adegan di dalam anime ternama yang memperlihatkan sisi Islami. Mulai dari membaca Al-Quran hingga Salat!

    Apa saja animenya? Yuk, simak daftar selengkapnya berikut ini!

    5 Anime Ternama Dengan Adegan Islami

    Anime merupakan sebuah animasi yang berasal dari Jepang, dibuat dengan cara digambar menggunakan tangan ataupun secara digital.

    Kata 'anime' sendiri berasal dari bahasa inggris 'animation'. Umumnya, setiap animasi yang dibuat dari Jepang disebut dengan anime.

    Anime pertama kali muncul pada 1917 dan terus berkembang hingga saat ini dengan gabungan teknologi komputer.

    Sehingga kualitas gambar yang dihasilkan menjadi lebih baik, walau tetap mempertahankan ciri khas coretan pensil untuk membentuk setiap karakternya.

    Kini, banyak anime yang memiliki cerita campuran budaya luar Jepang seperti Amerika, Mesir, Samudera, hingga Arab.

    Contohnya seperti anime ternama di dunia berikut ini yang memiliki adegan dengan unsur Islami.

    1. Yugo The Negotiator



    Pertama adalah Yugo The Negotiator, anime ini memiliki adegan yang sangat kental dengan Islami. Pasalnya terdapat banyak budaya Islami yang ada di dalam episode kedua Yugo The Negotiator.

    Adegan itu berawal dari misi Yugo yang bernegosiasi dengan pemberontak Pakistan. Lalu dilanjutkan dengan pembahasan tentang Nabi Muhammad oleh Yugo.

    Tak hanya itu, ada juga scene seseorang yang sedang salat, lengkap dengan segelintir doanya. Serta gambaran Ka'bah dalam bentuk sebuah lukisan.

    Anime ini lumayan sadis dengan beberapa adegan yang menggambarkan kekerasan dan pembunuhan.

    Tapi, sangat seru untuk disaksikan karena ceritanya yang menegangkan dan mampu membawa emosi penonton.

    2. Jojo's Bizarre Adventure



    Nah, kalau anime Jojo's Bizarre Adventure ini memiliki karakter dengan ciri khas Islami, geng.

    Siapa lagi kalau bukan Muhammad Avdol atau yang juga dikenal dengan nama Muhammad Abdul, karakter dengan sifat baik yang bertubuh besar dan kekar. Karakter ini diceritakan berasal dari Mesir.

    Kamu dapat menemukan dia di episode ke 27 anime Jojo's Bizarre Adventure. Dalam anime ini, Avdol diceritakan lahir dari kekuatan Magician's Red, memberikannya kemampuan mengendalikan api.

    Jojo's Bizarre Adventure ini awalnya merupakan sebuah manga yang dirilis pada majalah Weekly Shonen Jump sejak tahun 1987. Hingga kini, kisah petualangan Jojo terus dikenang.

    Alhasil, karakter Jojo masuk ke dalam salah satu game fighting ternama, Jump Force. Mantap!

    3. Cowboy Bebop: The Movie



    Selanjutnya adalah Cowboy Bebop: The Movie yang memiliki adegan dengan nuansa Islami.

    Adegan itu terletak saat Spike mencari seorang penjual kacang hingga akhirnya berakhir di wilayah kota Maroko, Spike bertemu dengan seorang bernama Rashid.

    Di sana, suasana perkotaan sangat kental dengan suasana Islami, ditambah lagu dengan bahasa Arab yang mendukung. Banyak bahasa Arab yang dapat kamu dengar di dalam adegan ini.

    Kamu juga dapat melihat karakter lain yang berlalu lalang menggunakan hijab bagi wanita serta baju koko untuk para pria. Penasaran? Langsung aja nonton filmnya, geng.

    4. Ladies versus Butler

    Selanjutnya adalah Ladies versus Butler yang merupakan anime dengan genre Harem dan komedi romansa. Anime ini adalah salah satu yang tidak boleh kamu saksikan saat bulan puasa.

    Walau begitu, Ladies versus Butler ini memiliki satu karakter yang bernama Ayse Khadim. Ia diceritakan sebagai puteri Arab yang menjadi salah satu murid di Hakureiryo Academy.

    Pada awal penayangannya, ia digambarkan sebagai remaja yang pemalu dan berpenampilan menggunakan cadar. Walau begitu, tetap saja teman-temannya sering berperilaku tidak senonoh.

    Kamu yang masih di bawah umur juga jangan menyaksikan anime ini, ya!

    5. One Piece

    Terakhir adalah One Piece, pasti kamu yang merupakan penggemar anime terbaik ini tahu di mana bagian Islaminya. Di mana lagi kalau bukan Alabasta.

    Lokasi ini ada pada anime One Piece episode 92 hingga 130, saat The Straw Hats mengunjungi sebuah kerajaan yang dipenuhi dengan padang gurun seperti Arab.

    Para jagoan pun sebagian menggunakan pakaian ala warga Arab dengan seluruh bagian tubuh yang tertutup. Cukup unik ya, geng. Apakah kamu suka episode di Alabasta ini?

    Akhir Kata

    Itu dia daftar anime ternama dengan adegan bernuansa Islami yang jarang diketahui orang lain. Mana yang menurut kamu paling kental unsur Islaminya, geng?

    Tuliskan pendapat kamu di kolom komentar, ya. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

    Rabu, 03 Februari 2021

    7 Film Islam Indonesia Terbaik Sepanjang Masa, Sangat Menyentuh Hati!

     Media dakwah di era modern semakin bervariasi. Selain melalui majelis-majelis, dakwah juga bisa disampaikan melalui film, lagu, hingga komik.

    Indonesia, sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, tentu memiliki segudang film Islam yang sangat menginspirasi dan memperkuat iman.

    Kali ini Jaka mau kasih kamu daftar rekomendasi film Islam Indonesia terbaik yang bisa kamu tonton di bulan puasa ini sambil ngabuburit!

    7 Film Islam Indonesia Terbaik

    Jaka cukup kesulitan memilih film-film yang ada di daftar ini karena banyaknya film Islam Indonesia yang bagus.

    Setelah melakukan berbagai pertimbangan, akhirnya Jaka memutuskan untuk memilih 7 film yang ada di bawah ini. Apa saja?

    1. 99 Cahaya di Langit Eropa (2014)



    Yang pertama adalah 99 Cahaya di Langit Eropa, diangkat dari novel berjudul sama karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra.

    Film ini bercerita tentang seorang jurnalis asal Indonesia yang sedang berada di Vienna, Austria, demi menemani sang suami yang sedang kuliah doktorat.

    Sebagai minoritas, mereka berdua harus beradaptasi tinggal di negeri orang. Selain itu, film ini juga menggambarkan bagaimana Islam di benua Eropa.

    2. Ayat-Ayat Cinta (2013)



    Kalau yang satu ini mungkin kamu sudah tahu. Film Ayat-Ayat Cinta diangkat dari novel bestseller karya Habiburrahman El Shirazy berjudul sama.

    Film ini mengangkat tema poligami di mana tokoh utama bernama Fahri dikelilingi oleh wanita-wanita yang menyukainya.

    Dianggap sebagai salah satu film lokal tersukses, film ini berhasil mengusik emosi para penontonnya berkat chemistry antar pemainnya yang kuat.

    3. Emak Ingin Naik Haji (2009)

    Diangkat dari sebuah cerpen karya Asma NadiaEmak ingin Naik haji merupakan sebuah film yang menceritakan tentang tokoh Emak yang sangat baik hati dan ingin naik haji.

    Sayang, Emak tidak memiliki biaya untuk menunaikannya karena penghasilannya hanya berasal dari jualan kue. Walaupun begitu, Emak tidak pernah berputus asa.

    Emak memiliki seorang anak bernama Zein, seorang penjual lukisan keliling. Melihat perjuangan mereka berdua demi naik haji mampu membuat kita merasa terharu.

    4. Hafalan Shalat Delisa (2011)

    Mengangkat tema tsunami, film Hafalan Sholat Delisa yang diangkat dari novel karya Tere Liye merupakan film yang sangat mengharukan.

    Bercerita tentang seorang anak bernama Delisa yang selamat dari serangan tsunami. Nahas, ibu dan seluruh saudarinya tewas terkena gelombang air. Delisa sendiri harus kehilangan kaki kanan.

    Delisa diselamatkan oleh seorang prajurit dari Amerika Serikat bernama Smith dan sempat ingin mengadopsi Delisa.

    Pada akhirnya Delisa berhasil bertemu ayahnya yang bertugas di sebuah kapal tanker perusahaan minyak. Mereka berusaha bangkit dari keterpurukan akibat bencana alam yang dahsyat tersebut.

    5. Haji Backpacker (2014)



    Haji Backpacker merupakan film yang menceritakan sebuah pemberontakan seorang karakter bernama Mada kepada Tuannya karena telah mengambil nyawa ibunya.

    Selain itu, ia juga patah hati karena ditinggal kekasihnya ketika akan melakukan akad nikah. Mada memutuskan untuk menjadi seorang backpacker dan hidup bebas melupakan Tuhannya.

    Pada awalnya, ia merasa menemukan kebahagiaan ragawi, sebelum menyadari bahwa rohaninya menjadi kosong.

    Berbagai peristiwa yang terjadi selama perjalanannya membuatnya sadar bahwa jalan yang sedang ia tempuh adalah sebuah kesalahan.

    Bagaimana kisah Mada dalam perjalanan kembali kepada Tuhan, geng? Langsung tonton saja, yuk!

    6. Ketika Cinta Bertasbih (2009)



    Selain Ayat-Ayat Cinta, film yang diangkat dari novel karya Habiburrahman El Shirazy lainnya adalah Ketika Cinta Bertasbih.

    Bercerita tentang seorang mahasiswa bernama Khairul Azzam yang sedang menempuh studinya di Al-Azhar University, Kairo.

    Ia harus menuntut ilmu sembari menafkahi ibu dan adik-adiknya di kampung. Selain itu, kita bisa melihat bagaimana perjuangannya untuk menemukan jodohnya dengan tetap berpegang teguh pada agama.

    7. Negeri 5 Menara (2012)



    Man Jadda Wajada! Kalimat ini mulai terkenal setelah rilisnya novel berjudul Negeri 5 Menara yang ditulis oleh Ahmad Fuadi.

    Kesuksesan novel ini membuatnya diangkat ke layar lebar. Ceritanya sendiri mengisahkan soerang anak bernama Alif yang ingin melanjutkan studinya ke SMA.

    Akan tetapi, orangtuanya ingin anaknya tersebut masuk ke salah satu pondok Madani yang ada di Ponorogo, Jawa Timur. Alif pun menerima permintaan tersebut dengan keterpaksaan.

    Meskipun sempat menjadi penyendiri, Alif memiliki lima orang sahabat yang sangat dekat dengannya. Mereka masing-masing memiliki impian untuk keliling dunia.

    Apakah impian mereka akhirnya terwujud?

    Jumat, 17 Juli 2020

    Bagaimanakah Hukum Alat Musik



    Saudaraku, siapa di antara kita yang tidak mengenal musik? Dan di antara orang yang mengenal musik, siapa dari mereka yang menyukainya? Mungkin ada di antara kita yang mengangkat tangan dan ada yang tidak. Sebagian kita ada yang menyukai musik dan ada yang tidak. Karena hal ini disebabkan oleh adanya pro dan kontra akan hukum musik itu sendiri dan juga karena ketidaktahuan kita akan manfaat dan bahaya musik itu sendiri.

    Pada kesempatan kali ini, mari kita simak bersama, apa sih sebenarnya hukum musik itu sendiri? Terkhusus lagi, jika musik itu dinisbatkan kepada Islam. Sebelum kita membahas bersama, ada kesepakatan yang harus kita patuhi. Karena kita adalah orang Islam, tentunya kita mengimani bahwasanya Allah Subhanahu wa ta’ala adalah Tuhan kita dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Nabi dan panutan kita. Maka konsekuensi dari itu, kita harus meyakini kebenaran yang datang dari firman Allah dan sabda Rasul-Nya. Bukankah begitu, wahai saudaraku? Oke, mari kita simak dan renungkan bersama pembahasan kali ini.

    Bagaimana Allah menerangkan hal ini dalam Al-Qur’an?

    Ternyata, banyak sekali ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang menerangkan akan hal ini. Satu di antaranya adalah:

    Firman Allah ‘Azza wa jalla,

    وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

    Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Lukman: 6)

    Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwasanya setelah Allah menceritakan tentang keadaan orang-orang yang berbahagia dalam ayat 1-5, yaitu orang-orang yang mendapat petunjuk dari firman Allah (Al-Qur’an) dan mereka merasa menikmati dan mendapatkan manfaat dari bacaan Al-Qur’an, lalu Allah Jalla Jalaaluh menceritakan dalam ayat 6 ini tentang orang-orang yang sengsara, yang mereka ini berpaling dari mendengarkan Al-Qur’an dan berbalik arah menuju nyanyian dan musik. 1

    Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu salah satu sahabat senior Nabi berkata ketika ditanya tentang maksud ayat ini, maka beliau menjawab bahwa itu adalah musik, seraya beliau bersumpah dan mengulangi perkataannya sebanyak tiga kali.2

    Begitu juga dengan sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang didoakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam agar Allah memberikan kelebihan kepada beliau dalam menafsirkan Al-Qur’an sehingga beliau dijuluki sebagai Turjumanul Qur’an, bahwasanya beliau juga mengatakan bahwa ayat tersebut turun berkenaan dengan nyanyian.3

    Al-Wahidy berkata bahwasanya ayat ini menjadi dalil bahwa nyanyian itu hukumnya haram. 4

    Dan masih banyak lagi, ayat-ayat lainnya yang menjelaskan akan hal ini.

    Bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengkabarkan kepada umatnya tentang musik?

    Saudaraku, termasuk mukjizat yang Allah Ta’ala berikan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah pengetahuan beliau tentang hal yang terjadi di masa mendatang. Dahulu, beliau pernah bersabda,

    ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر والحرير والخمر والمعازف

    Sungguh akan ada sebagian dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik.”5

    Saudaraku, bukankah apa yang telah dikabarkan oleh beliau itu telah terjadi pada zaman kita saat ini?

    Dan juga dalam hadis lain, secara terang-terangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan tentang musik. Beliau pernah bersabda,

    إني لم أنه عن البكاء ولكني نهيت عن صوتين أحمقين فاجرين : صوت عند نغمة لهو ولعب ومزامير الشيطان وصوت عند مصيبة لطم وجوه وشق جيوب ورنة شيطان

    Aku tidak melarang kalian menangis. Namun, yang aku larang adalah dua suara yang bodoh dan maksiat; suara di saat nyanyian hiburan/kesenangan, permainan dan lagu-lagu setan, serta suara ketika terjadi musibah, menampar wajah, merobek baju, dan jeritan setan.”6

    Kedua hadis di atas telah menjadi bukti untuk kita bahwasanya Allah dan Rasul-Nya telah melarang nyanyian beserta alat musik.

    Sebenarnya, masih banyak bukti-bukti lain baik dari Al-Qur’an, hadis, maupun perkataan ulama yang menunjukkan akan larangan dan celaan Islam terhadap nyanyian dan alat musik. Dan hal ini bisa dirujuk kembali ke kitabnya Ibnul Qayyim yang berjudul Ighatsatul Lahafan atau kitab-kitab ulama lainnya yang membahas tentang hal ini.

    Lalu, bagaimana dengan musik Islami?

    Setelah kita mengetahui ketiga dalil di atas, mungkin ada yang bertanya di antara kita, lalu bagaimana dengan lagu-lagu yang isinya bertujuan untuk mendakwahkan manusia kepada kebaikan atau nasyid-nasyid Islami yang mengandung ajakan manusia untuk mengingat Allah? Bukankah hal itu mengandung kebaikan?


    Wahai saudaraku, perlu diketahui, bahwasanya nasyid Islami yang banyak kita dengar sekarang ini itu, bukanlah nasyid yang dilakukan oleh para sahabat Nabi yang mereka lakukan ketika mereka melakukan perjalanan jauh ataupun ketika mereka bekerja, akan tetapi nasyid-nasyid saat ini itu merupakan budaya kaum sufi yang mereka lakukan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah
     Ta’ala. Mereka menjadikan hal ini sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah, yang padahal hal ini tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya, maka dari mana mereka mendapatkan hal ini?Maka kita jawab, ia benar. Hal itu mengandung kebaikan, tapi menurut siapa? Jika Allah dan Rasul-Nya menganggap hal itu adalah baik dan menjadi salah satu cara terbaik dalam berdakwah, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beserta para sahabat adalah orang-orang yang paling pertama kali melakukan hal tersebut. Akan tetapi tidak ada satu pun cerita bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya melakukannya, bahkan mereka melarang dan mencela hal itu.

    Maka telah jelas bagi kita, bahwa kaum sufi tersebut telah membuat syariat baru, yaitu membuat suatu bentuk pendekatan diri kepada Allah Ta’ala dengan cara melantunkan nasyid yang hal tersebut tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam7

    Waktu-waktu yang diperbolehkan untuk bernyanyi dan bermain alat musik

    Saudaraku, ternyata Islam tidak melarang kita secara mutlak untuk bernyanyi dan bermain alat musik. Ada waktu-waktu tertentu yang kita diperbolehkan untuk melakukan hal itu. Kapan itu?

    1. Ketika Hari raya

    Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh istri beliau, Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, “Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu masuk (ke tempatku) dan di dekatku ada dua anak perempuan kecil dari wanita Anshar, sedang bernyanyi tentang apa yang dikatakan oleh kaum Anshar pada masa perang Bu’ats.” Lalu aku berkata, “Keduanya bukanlah penyanyi.” Lalu Abu Bakar berkata, “Apakah seruling setan ada di dalam rumah Rasulullah?” Hal itu terjadi ketika Hari Raya. Kemudian Rasulullah bersabda, “Wahai Abu Bakar, sesungguhnya setiap kaum memiliki hari raya dan ini adalah hari raya kita.” 8

    2. Ketika pernikahan

    Hal ini berdasarkan hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang menceritakan tentang anak kecil yang menabuh rebana dan bernyanyi dalam acara pernikahannya Rubayyi’ bintu Mu’awwidz yang pada waktu itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengingkari adanya hal tersebut.

    Dan juga berdasarkan dari sebuah hadis, bahwasanya beliau pernah bersabda, “Pembeda antara yang halal dan yang haram adalah menabuh rebana dan suara dalam pernikahan.”9

    Jadi, telah jelas bukan, bahwa keadaan yang diperbolehkan untuk bernyanyi dan bermain alat musik hanyalah ketika hari raya dan pernikahan. Dan alat musik yang diperbolehkan hanyalah duff (rebana) yang hanya dimainkan oleh wanita.

    Beberapa karakter khas yang ada dalam nyanyian dan musik

    1. Dapat melalaikan hati
    2. Menghalangi hati untuk memahami Al-Qur’an dan merenungkannnya serta mengamalkan kandungannya
    3. Al-Qur’an dan nyanyian tidak akan bertemu secara bersamaan dalam hati selamanya. Karena Al Qur’an melarang mengikuti hawa nafsu dan memerintahkan untuk menjaga kesucian hati. Sedangkan nyanyian memerintahkan sebaliknya, bahkan menghiasinya dan merangsang jiwa manusia untuk mengikuti hawa nafsu.
    4. Nyanyian dan minuman keras ibarat saudara kembar dalam merangsang jiwa untuk melakukan keburukan. Saling mendukung dan menopang satu sama lain.
    5. Nyanyian itu pencabut kewibawaan seseorang
    6. Nyanyian dapat menyerap masuk ke dalam pusat khayalan, lalu membangkitkan nafsu dan syahwat yang terpendam di dalamnya.

    Dan masih banyak lagi yang lainnya.10

    Karakter-karakter khas yang terdapat pada musik tersebut mencakup semua jenis musik, baik itu musik rock, pop, dangdut, maupun musik Islami. Karena hal ini memang telah terbukti di kalangan para pecinta musik. Dan memang, nyanyian dan musik ini sangat besar pengaruhnya bagi para pelaku dan pendengarnya dari segala sisi, baik dari akidahnya, akhlaknya, maupun dari akal pikirannya yang telah menunjukkan adanya kemerosotan yang sangat signifikan jika dibanding dengan generasi kakek nenek kita, yang mana dulu masih jarang ditemukan adanya nyanyian ataupun musik.

    Renungan

    Wahai Saudara, kami rasa ketiga dalil dari Al-Qur’an dan hadis di atas dan penjelasan setelahnya, sudah cukup membuktikan kepada kita bahwa Islam melarang adanya nyanyian dan alat-alat musik. Dan juga, sudah cukup melegakan hati saudaraku yang memang sebelumnya kontra dengan musik. Dan menjadikan terang dan jelas bagi saudaraku yang sebelumnya pro dengan musik. Dan telah terjawab sudah, pertanyaan pada judul pembahasan kita saat ini. Bukankah demikian?

    Namun memang sudah seharusnya bagi kita seorang muslim, untuk menerima dengan tunduk apa yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya, tanpa ada rasa berat dan penolakan sedikit pun dari dalam hati kita. Karena jika hal itu terjadi, maka itu adalah salah satu tanda adanya kesombongan yang ada dalam hati kita. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

    لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ» قَالَ رَجُلٌ: إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً، قَالَ: «إِنَّ اللهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ، الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ، وَغَمْطُ النَّاسِ

    Tidak akan masuk ke dalam surga seseorang yang di dalam hatinya ada setitik kesombongan.” Lalu ada seorang laki-laki bertanya pada beliau, “Sesungguhnya manusia itu menyukai baju yang indah dan sandal yang bagus.” Lalu beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” 11

    Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan kita taufik dan kekuatan untuk bisa melakukan segala apa yang Dia perintahkan dan menjauhi segala apa yang Dia larang. Sesungguhnya Allah Ta’ala-lah yang Maha Pemberi taufik dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali hanyalah milik Allah semata. Wallahu waliyyut taufiq.

     

    Catatan kaki :

    1. Lihat Tafsir Ibnu Katsir, hal. 556/3
    2. Idem
    3. Idem
    4. Lihat Ighatsatul Lahafan karya Ibnul Qayyim, hal. 239
    5. HR. Bukhari, no. 5590
    6. HR. Hakim 4/40, Baihaqi 4/69
    7. Lihat penjelasan lebih lengkapnya di at Tahrim atau Ighatsatul Lahafan
    8. HR. Bukhari, no. 949, dan lain-lain
    9. HR. At Tirmidzi, no. 1080, dihasankan oleh Syekh Al-Albani
    10. Lihat At-Tahrim, hal. 151
    11. HR. Muslim, no. 275

    Referensi :

    1. Imam Ibnu Katsir, Tafsir Al Qur’anil ‘Adzim. 2008. Mesir, Daarul Aqidah.
    2. Ibnu Qayyim al Jauziyyah, Ighatsatul Lahfaan. Maktabah syamilah
    3. Nashiruddin Al Albani, Tahriim Aalaatit Tharbi. Maktabah syamilah

     

    Penulis: Winning Son Ashari

    Pemurajaah: Ust. Sanusin Muhammad, M.A