Kamis, 20 Desember 2018

Kesabaran Ulama' dalam Berdakwah Tauhid

CERMIN KESABARAN ULAMA AHLUSSUNNAH DALAM BERDAKWAH:

BUKANLAH PERKARANYA MANUSIA MENGENALMU AKAN TETAPI PERKARANYA ENGKAU MENGENAL ALLAH


Syaikh Sulaiman Ar Ruhaili hafizhahullah wa nafa'ana bi'ilmihi berkata:

"Orang mukmin yang mengetahui hak Allah Ta'ala, maka dia akan bersabar di atas dakwah kepada tauhid meskipun dia tinggal seorang diri. Sekiranya dia tinggal seorang diri dalam sebuah kampung dalam kondisi ditinggalkankan orang-orang dan mereka menjauhinya dikarenakan dia menyeru manusia kepada tauhid, maka dia akan tetap menyeru kepada tauhid dan merealisasikan tauhid.

Apabila diajarkan tauhid, maka yang datang sepuluh orang, namun apabila diajarkan kisah-kisah yang datang lima puluh ribu orang. Seorang mukmin mengajarkan tauhid meskipun ada seorang di sisinya dan dia akan bersabar serta bergembira terhadap pengajaran tauhidnya.

Demi Allah wahai saudara-saudara! Kami mendapati guru-guru kami ini, guru kami Syaikh Abdul Aziz Asy Syibl semoga Allah merahmatinya dengan rahmat yang luas adalah seorang yang bertakwa kepada Allah Ta'ala lagi pilihan dan kami tidaklah merekomendasi seorang pun di atas Allah, namun kami mengenal Beliau dengan agama, ibadahnya, dan lembutnya hati.

Asy Syaikh pernah mengajariku di ma'had ats atsanawi. Jika disebutkan para sahabat Nabi, maka Beliaupun menangis --semoga Allah Ta'ala merahmatinya dengan rahmat yang luas---, seorang yang bertauhid, seorang yang tauhidnya menakjubkan, hafizh (hafal) Al Quran. Dulu Syaikh Ibnu Shalih rahimahullah berkata: saya tidak tenang dalam shalatku kecuali bila ada Syaikh Asy Syibl dibelakangku maksudnya Syaikh orang yang hafizh.

Syaikh rahimahullah meninggal di masjid ini. Beliau mengajar disana setelah meriwayatkan, demi Allah saya melihat dengan kedua mataku wahai saudara-saudara, Beliau mengajar dan tidak ada muridnya! Beliau duduk di atas kursi dan disana tidak ada seorangpun yang duduk, namun Syaikh mengajar tauhid hingga selesai lalu shalat Isya berjamaah dan pulang. Semoga Allah merahmatinya dengan rahmat yang luas. Demikianlah kami melihat sebagian guru kami.

Sebagian murid Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah menyebutkan kepadaku bahwa Syaikh di awal kegiatan Beliau mengajar tidaklah seorangpun datang, sehingga muadzin masjid disuruh bermajelis bersama Beliau lalu Syaikh mengajar sebab Beliau mengajar karena Allah Ta'ala bukan karena publik. Jika seseorang itu melakukan sesuatu yang wajib atasnya di sisi Allah karena Allah, maka padanya ada hikmah.

Sebagian orang---wal'iyadzubillah---tertawa setan atasnya dengan mengatakan kepadanya: engkau bila mengajar tauhid maka tidak seorangpun yang akan datang kepadamu, namun bila engkau mengajar fikih terutama matan madzhab Malik ketika engkau ada di kalangan pengikut madzhab Malik atau matan madzhab Hanafi ketika berada di kalangan pengikut madzhab Hanafi atau madzhab Syafi'i ketika engkau ada di kalangan pengikut madzhab Syafi'i atau matan Hanbali ketika engkau ada di kalangan pengikut madzhab Hanbali, niscaya akan hadir banyak orang di sisimu!

Seluruhnya ilmu, mengajar fikih tidak diragukan lagi bahwasannya fikih kebaikan dan ilmu namun seseorang jangan meninggalkan pengajaran tauhid dikarenakan sedikitnya orang yang hadir di sisinya dan inilah buah pengetahuan kita tentang pentingnya tauhid.

Dari sini kalian mengetahui kepahaman Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dalam membuat bab kitab ini dan membuat urutan kitab ini, dimana Beliau mengawalinya dengan pembukaan yang menjadikan seorang mukmin terikat dengan tauhid dan merealisasikan perkara yang telah kita menyebutkannya.

Wahai saudara-saudara; bukanlah perkaranya orang-orang mengenalmu akan tetapi perkaranya engkau mengenal Allah.

Betapa banyak ulama dan syaikh yang kita mengenal dan mendapati mereka tidak dikenal mayoritas orang, namun mereka termasuk hamba Allah pilihan secara ilmu dan pengajaran seperti orang yang sudah saya sebutkan yaitu guru kami Syaikh Abdul Aziz Asy Syibl rahimahullah yang mungkin mayoritas kalian tidak mengenalnya, akan tetapi Beliau termasuk ulama dan hamba yang taat.

Guru kami Syaikh Abdurrahman bin Abdul Aziz Asy Syibl--- rahimahullah rahmatan wasi'ah--- guru dan ustadz saya meninggal ketika muda rahimahullah. Seorang da'i tauhid, ulama tauhid, dan termasuk orang yang giat beribadah, tidaklah saya mengetahui Beliau meninggalkan shalat Dhuha. Beliau dulu menyelinap di antara pohon di Fakultas Syariah dan shalat Dhuha-- rahimahullah rahmatan wasi'ah--.

Betapa banyak ulama yang taat tidak kalian kenal, namun Allah mengenal dengan pengetahuan mereka sehingga perkaranya-- wahai saudara-saudara--bukanlah orang-orang mengenalmu. Bukanlah perkaranya keberadaanmu di depan publik, bukanlah perkaranya engkau populer.

Demi Allah! Sesungguhnya popularitas seringkali menjadi bencana atas seseorang. Akan tetapi seseorang hendaknya mengenal Allah dan menjadi hamba Allah yang shalih, orang yang memperbaiki, orang yang bersungguh-sungguh dalam mencurahkan apa yang dia mampu untuk mendekatkan manusia kepada Allah Ta'ala.

Wahai para penuntut ilmu janganlah sekali-kali popularitas menjadi cita-cita kalian. Janganlah kalian mengalihkan perhatian untuk dikenal orang akan tetapi antusiaslah untuk engkau mengenal Allah. Perbaikilah hubungan yang ada antara kalian dan Allah Ta'ala. Adapun apa yang lebih dari itu, maka urusannya kembali kepada Allah karena Allah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

Sungguh engkau lebih baik meninggal dan tidak dikenal, namun kedudukanmu tinggi di surga disebabkan engkau mati dalam kondisi tidak dikenal. Namun mengenalnya manusia kepadamu seringkali sebagai sebab bencana atasmu.

Oleh karena itu antusiaslah terhadap apa yang bermanfaat kepadamu. Antusiaslah terhadap perkara yang mengangkat derajatmu yaitu engkau mengenal Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan melakukan perkara yang diridhai Allah Ta'ala. Apabila engkau mengetahui bahwa ini diridhai Allah, engkaupun antusias terhadapnya disertai kelembutan terhadap manusia dan beradab terhadap manusia.

Adapun manusia ridha terhadapmu, maka ini perkaranya sesuai kehendak Allah dan Allah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

Pelajaran Ketiga/Syarh Kitabut Tauhid

https://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=162203#entry740031

Dikutip dari
http://telegram.me/ukhwh
Previous Post
First

post written by:

0 Post a Comment: